Persepsi directional sumber suara dalam dua konfigurasi masjid yang berbeda
Skenario A · Masjid Pada Umumnya
Satu Arah, Satu Kiblat
Imam di mihrab dinding kiblat. Jemaah berbaris sejajar, semua menghadap satu arah yang sama.
Sumber suara di dinding kiblat — gelombang suara datang dari depan jemaah
Precedence Effect bekerja sempurna — suara pertama tiba dari arah kiblat, lokalisasi terbentuk ke depan
Mihrab sebagai reflektor — memperkuat dan mengarahkan suara imam ke jemaah
Skenario B · Masjidil Haram
Kiblat di Mana-Mana
Ka'bah di tengah. Jemaah mengelilingi dari segala arah. Tidak ada satu "depan" yang universal.
Ka'bah di tengah — setiap jemaah menghadap ke arah berbeda-beda
Speaker distributed — ditempatkan mengelilingi area, bukan dari satu arah kiblat
Disonansi directional — suara terdengar dari speaker terdekat, bukan dari arah Ka'bah yang dihadap
Arah kiblat (tubuh)
Arah datangnya suara (speaker)
Gelombang suara omnidirectional
?Disonansi directional
∞
Insight Akustik-Perceptual
Dalam masjid biasa, tiga hal selaras: tubuh menghadap kiblat, imam berdiri di arah kiblat, dan suara terdengar datang dari arah kiblat. Di Masjidil Haram, keselarasan ketiga itu menjadi mustahil secara teknikal — karena kiblat adalah satu titik di tengah, bukan satu sisi.