MentoringBangRandy: Perjalanan dari Kuli Pabrik ke Denmark
Dari Kuli Pabrik ke Denmark: Mimpi yang Awalnya Terasa Mustahil
Saya lahir dan tumbuh di pinggiran Jakarta, dari keluarga sederhana. Selepas lulus STM, hidup saya diisi dengan pekerjaan serabutan: pernah jadi kuli pabrik di perusahaan otomotif, guru les, hingga penjaga warnet. Dengan penghasilan sekitar Rp250.000–Rp500.000 per bulan, masa depan terasa samar.
Di titik itu, saya hanya punya satu keyakinan: kalau ingin keluar dari lingkaran ini, pendidikan adalah satu-satunya jalan.
Bukan karena saya paling pintar. Tapi karena saya tahu, tanpa pendidikan, pilihan hidup saya akan selalu sempit.
Titik Balik Bernama UGM
Tahun 2010 menjadi salah satu titik balik terbesar dalam hidup saya: saya diterima di Universitas Gadjah Mada.
Namun masuk UGM bukan akhir perjuangan, justru awal dari perjalanan yang lebih berat. Saya harus bertahan hidup sambil kuliah. Saya mengajar les, berjualan di pasar pagi, menjadi asisten dosen, dan ikut berbagai proyek riset. Jadwal padat, fisik capek, mental sering naik-turun.
Yang membuat saya bisa terus melangkah adalah beasiswa.
Tahun 2013, untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki di luar negeri: Hong Kong. Saya berangkat dengan pembiayaan penuh untuk mengikuti konferensi pemuda internasional. Di sana, perspektif saya berubah total.
Saya sadar: dunia jauh lebih luas dari apa yang selama ini saya bayangkan.
Dan ternyata, anak STM dari pinggiran Jakarta pun punya tempat di dunia global, asal berani mencoba.
Beasiswa yang Mengubah Arah Hidup
Sejak saat itu, saya tidak berhenti mencoba. Saya belajar dari kegagalan, memperbaiki strategi, dan terus mengasah diri. Pelan-pelan, pintu demi pintu mulai terbuka.
Beberapa beasiswa yang akhirnya saya dapatkan:
- 🎓 Australia Awards Scholarship (Short Course)
- 🎓 International Merit Scholarship – University of Southampton
- 🎓 Sandwich Program – ITB
- 🎓 Marie Skłodowska-Curie Action (Uni Eropa) untuk PhD
Hari ini, saya bekerja di Denmark sebagai Perceptual Audio Engineer dan Researcher. Saya telah tinggal dan bepergian ke lebih dari 15 negara, serta berkesempatan berdiskusi langsung dengan reviewer, panitia seleksi, dan akademisi yang terlibat dalam proses seleksi beasiswa.
Dari semua pengalaman itu, saya belajar satu hal penting:
beasiswa bukan soal siapa yang paling pintar, tapi siapa yang paling siap.
Saya Paham Rasanya Berjuang Sendirian
Karena pernah berada di posisi itu, saya sangat memahami kegelisahan para pejuang beasiswa:
- ❌ Bingung harus mulai dari mana, karena informasi terlalu banyak
- ❌ Ingin bertanya, tapi tidak tahu siapa yang bisa dipercaya
- ❌ Merasa minder, takut tidak cukup pintar atau tidak “layak”
- ❌ Kesulitan merangkai cerita diri dalam CV dan motivation letter
- ❌ Gugup saat wawancara karena kurang latihan dan arah
Saya pernah mengalami semuanya.
Dan jujur, perjalanan itu akan terasa jauh lebih ringan jika ada seseorang yang bisa membimbing sejak awal.
MentoringBangRandy: Pendampingan dari Pengalaman Nyata
Dulu, saya berharap ada sosok yang bisa membimbing saya. Bukan sekadar teori, tapi seseorang yang benar-benar pernah melewati prosesnya.
Itulah alasan saya membangun #MentoringBangRandy.
Bukan sebagai “motivator”, tapi sebagai teman seperjalanan yang membantu kamu menyiapkan strategi, dokumen, dan mental untuk bersaing secara realistis.
Bentuk Pendampingan yang Saya Tawarkan:
-
💡 1-on-1 Konsultasi Beasiswa
Membantu memetakan strategi, memilih target beasiswa, dan menyusun roadmap aplikasi. -
📝 Review & Revisi Dokumen
CV, motivation letter, dan research proposal agar lebih fokus, relevan, dan kuat secara naratif. -
🎤 Simulasi Wawancara
Latihan intensif untuk membangun kepercayaan diri dan kejelasan jawaban. -
🚀 Mentoring Intensif
Pendampingan menyeluruh dari tahap awal hingga siap submit.
📢 Saya membuka limited seats, karena saya ingin menjaga kualitas dan benar-benar hadir untuk setiap mentee. Bagi saya, ini bukan sekadar layanan. Lebih dari itu, ini adalah bentuk kontribusi saya agar lebih banyak orang punya akses ke pendidikan global.
Mimpi Besar Itu Nyata: Kalau Kamu Berani Melangkah
Dulu, saya hanyalah anak STM dengan pekerjaan serabutan.
Hari ini, saya bekerja dan berkarya di Denmark.
Perjalanannya panjang, melelahkan, dan penuh keraguan. Tapi satu hal yang pasti:
kalau saya bisa sampai sejauh ini, kamu juga punya peluang yang sama.
Langkah pertama memang tidak selalu mudah. Tapi menundanya justru membuat jarak terasa semakin jauh.
📌 Siap Memulai Perjalananmu?
👉 Lihat Layanan Lengkap & Booking Mentoring →
Masih ragu atau punya pertanyaan?
📲 Follow dan DM saya di Instagram: @fransfela — konsultasi ringan via DM, GRATIS.
💬 Gabung Group Chat IG “Menuju Global Citizen”
Update rutin info beasiswa dan lowongan PhD.
Mau nraktir kopi? Dengan senang hati ☕
Enjoy Reading This Article?
Enjoy Reading This Article?
Here are some more articles you might like to read next: